Kamis, Mei 03, 2012

My Diary #3


Senyum adalah tangisku,
Tangis adalah lukaku...
Indah dunia tak terasa oleh derita
Luka hati slalu ada mengikutiku.

Tuhan ku ingin seperti mereka
Tak ada air mata yang terjatuh lagi
Semua ku serahkan kepada-Mu
Jalan yang terbaik pasti untukku.........

Ingin ku raih cahaya
Ingin semua berbeda
Mungkin ini yang terbaik dalam hidupku
Tapi semua bukanlah yang aku mau oh.......

Tuhan ku ingin seperti mereka
Tak ada air mata yang terjatuh lagi
Semua ku serahkan kepada-Mu
Jalan yang terbaik pasti untukku....

Tuhan ku ingin seperti mereka
Tak ada air mata ooohhhh
Semua ku serahkan kepada-Mu,
Jalan yang terbaik untuk aku.......

Tuhan ku ingin seperti mereka
Tak ada lagi luka, tak ada derita
Tapi aku hanya manusia yang hanya meminta
Kau menentukannya, Kau menentukannya, Kau menentukannya.......

Itu lirik lagunya rename OST. Surat Kecil Untuk Tuhan
Nyayat hati pastinya. Aku tahu lagu itu sejak aku menonton film Surat Kecil Untuk Tuhan. Memang kisah hidupku tak sama dengan kisah sang gadis yang menjadi tokoh utama didalam film itu. hanya kisah perceraian  kedua orang tualah yang sama. Tapi entah kenapa lagu itu selalu mewakilkan perasaan ini. Pintaku sama sepertilagu itu, aku hanya meminta tak ada lagi air mata yang akan terjatuh dari kelopak mata ini, Tuhan.
Aku tahu, aku bukan siapa-siapa, aku tak pantas terlalu meminta kepada-Mu Tuhan. Tapi kau hanya ingin hidupku dihiasi dengan senyuman, tak hanya dengan air mata. Mereka bisa melihatku selalu tersenyum, tertawa, riang gembira. Tapi mereka tak tahu apa yang aku rasakan. Apa yang aku rasakan saat melihat senyum dan tawa kebahagiaan yang tulus dari mereka, tak dibuat-buat seperti aku.
Aku hanya ingin senyum dan tawa yang tulus dari hati dan batinku, bukan karena keterpaksaan. Bukan hanya karena untuk ikut bersenang bersama mereka. Aku ingin senyum dan tawa yang utuh. Aku ingin seperti mereka, yang bisa dengan mudah menjalani hidup. Sedangkan aku ? rintangan dan cobaan berat selalu datang silih berganti.
Aku tahu Engkau tak akan memberikan kemudahan dalam hidup, aku juga tahu baik hidupku maupun hidup mereka pasti tak ada yang mulus. Tapi mengapa hidupku sungguh berat ? rintangan ini , cobaan ini, aku tahu pasti aku bisa melewatinyanya. Aku tahu aku sanggup menghadapi semua. Tapi tak selamanya kau bisa menerima semua dengan ikhlas. Aku berusaha untuk ikhlas, memang. Aku juga berusaha untuk tidak mengeluh walau sebenarnya aku sangat ingin mengeluh.
Aku juga tahu Engkau menjalankan semua ini sesuai dengan rencana-Mu. Sesuai dengan apa yang Kau inginkan. Sesuai dengan porsiku sebagai umat-Mu. Dan ini semua memang harus aku terima dengan lapang dada. Aku hanya membutuhkan satu saja kesempatan dalam hidupku untuk bisa senyum dan tertawa tanpa beban. Tapi rasanya tak mungkin. Aku hanya bisa mengikhlaskan semua ini, Tuhan. Ikhlas atas semua yang terjadi pada diriku ini. Ikhlas atas apa yang aku jalani. Ini semua Rencana-Mu.
Terkadang aku berpikir untuk pergi ke suatu tempat yang jauh, indah, sejuk, sepi, dan damai. Aku ingin menenangkan diri. Aku ingin berteriak melepaskan semua beban dan penat yang selama ini menghantui hidupku. Aku ingin menikmati hidup tanpa beban, penat, masalah, dan halangan. Aku ingin hidup normal seperti mereka. Hidup yang sewajarnya. Tak penuh derita sepertiku ini. Aku ingin terbang bebas di udara untuk menghirup semua karunia yang telah Kau berikan. Aku ingi pergi meninggalkan semua beban hidupku walau hanya sejenak. Dan jika bisa aku ingi meninggalkan dunia fana ini agar aku bisa bertemu dan mengadu kepada-Mu Tuhan, dan aku berharap aku tak kembali ke bumi lagi. Semua kuserahkan padamu Tuhan. Hidupku Milik-Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar